3 Negara yang Memiliki Pembunuh Mengerikan

Marcelo de Andrade di Brasil

Pria berasal dari Rio de Janeiro Rocinha, salah satu kota di negara Brasil yang sangat popular dan ramai. Dulu Marcelo menempati daerah yang kumuh, ia adalah korban dari kekerasan fisik dan seksual yang dilakuakan oleh orang-orang dewasa yang ada disekitarnya saat masa kecil. Ia besar dengan lingkungan kering dan hidup kekurangan air.

Di tahun 1991, tepatnya pada bulan April, Marcelo de Andrade mulai menjadi seorang pembunuh mengerikan hingga akhirnya selama 9 bulan ia membunuh 14 korban. Itu adalah jumlah yang diakuinya dan semuanya adalah anak laki-laki miskin.

Dia memperkosa dan meminum darah anak-anak yang dibunuhnya itu. Ia melakukan itu untuk membuatnya rupawan seperti anak-anak yang dibunuhnya, “menjadi rupawan seperti mereka”.

Pola pikir sesat, pikiran yang sakit dapat terlihat dalam pengakuannya,

“Saya lebih suka anak laki-laki muda karena mereka rupawan dan memiliki kulit yang lembut. Dan Pendeta mengatakan bahwa anak-anak secara otomatis masuk surga jika mereka mati sebelum mereka tiga belas. Saya tahu itu, dan saya mendukung itu, dengan mengirim mereka ke surga “.

Prilakunya semakin meresahkan warga Brasil lainnya. Ia menyembah ibunya seperti orang suci. Kini ia menetap dalam RSJ. Sempat kabur pada tahun 1997 dan sudah ditangkap kembali.

Andrei Chikatilo

Andrei Chikatilo di Rusia

Pria dewasa ini telah membuanuh 53 jiwa dengan sasaran pemuda atau anak remaja perempuan. Ia melakukan demi kesenangan dalam memenuhi keinginan sexnya saja.

Bagai mimpi buruk ia melakukan pembunuhan secara terus-menerus dengan alasan ‘hobi’.

Ciri dari pembunuhan yang dilakukan Andrei Chikatilo adalah melakukan pencongkelan atau mutilasi mata kemudian menghilangkan organ seksual dari korbannya. Setelah di perlakukan seperti keinginannya, korban dibunuh dan diminum darahnya.

Andrei Chikatilo

Selama persidangan Andrei Chikatilo berada di bikil jeruji karena sering melontarkan ucapan kotor dan memukul dirinya sendiri atau berusaha untuk meraih orang yang ada di dekatnya.

Chikatilo dieksekusi di Rostov pada 14 Februari 1994.

Fritz Haarmann

Fritz Haarmann di Jerman

Ini sangat unik, tekhnik membunuhnya seakan meniru vampir karena menggigit tenggorakan korbannya. Fritz Haarmann melakukan 17 kali pembunuhan.

Ia melakukan penganiayaan kepada anak-anak, penyerangan, pencurian, dan sudah melakukan pembunuhan sejak tahun 1918.

Remaja yang diperkosa dan dibunuhkanya berumur sekitar 10-22 tahun. Ada rumor ketika itu bahwa barang berharga milik korban dijual olehnya. Tidak puas dengan hal itu, ia juga melanjutkan hal keji lain dengan menjual daging korban ke pasar gelap.

Kata-kata terakhirnya adalah “Aku bertobat, tapi aku tidak takut mati.” Fritz Haarmann divonis atas 24 pembunuhan dengan bukti dan dihukum penggal dengan pisau guletin pada 15 April 1925.

Fritz Haarmann

Kepalanya diawetkan oleh ilmuan di Jerman, kepala dan otak dibekukan dan di simpan di dalam toples. Tujuannya adalah agar otaknya bisa dipelajari dan kini otaknya berada di sekolah medis Gottingen.

Baca Juga:

Wisata Unik Akuarium Buaya di Crocosaurus Cove, Australia

5 Negara Paling Aman Untuk Dikunjungi

This post has already been read 617 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *