Menikmati Alam dan Kebudayaan Kuno di Kamboja

Menikmati Alam dan Kebudayaan Kuno di Kamboja

Kamboja adalah salah satu negara yang menjadi bagian dari ASEAN. Diapit oleh Thailand, Vietnam, dan Laos, negara yang namanya serupa dengan bunga ini memiliki salah satu destinasi wisata yang paling terkenal di dunia.

 Angkor adalah nama daerah di provinsi Siem Reap, Kamboja. Daerah ini dulunya adalah ibukota dari kerajaan Khmer kuno dan memiliki candi yang tak terhitung jumlahnya. Daerah ini, berikut reruntuhan candinya, sekarang berada di bawah perlindungan UNESCO sebagai situs warisan dunia. Sementara itu, Angkor Wat adalah nama untuk candi termegah dan terbesar yang ada di daerah ini. Candi ini menjadi simbol nasional Kamboja, bahkan sampai terpampang di bendera negara ini. Candi megah ini menarik dua juta turis pertahunnya dan menjadi objek wisata utama negara ini. Keren ya?

Menikmati Alam dan Kebudayaan Kuno di Kamboja

Terus, apa yang membuat Angkor Wat ini istimewa?

 Tidak seperti kebanyakan candi Hindu atau Buddha lain, Angkor Wat punya tata letak dan arsitektur yang menyerupai biara. Lengkap dengan ruangan, aula, menara—bahkan tempat untuk sembahyang. Dan semua ini terbuka untuk umum, jadi kamu bebas menjelajahi lokasi-lokasi ini satu persatu. Memotret pun sama sekali tidak dilarang selama tidak ada biksu atau biarawan yang sedang beribadah. Kurang keren apa, sih? Apalagi kalau niat berkunjung ke sini adalah hiking. Candi ini punya semua kebutuhan pecinta jalan kaki; mulai dari ruang terbuka sampai dengan medan yang beragam. Jalan yang di-paving mulus? Ada. Jalan berbatu dengan paving tak rata atau kendur? Punya. Sampai menara dengan anak tangga yang banyaknya minta ampun dan curam pun Angkor  Wat punya. Tapi ingat, jangan sampai lupa bawa tabir surya soalnya di candi ini, minim sekali tempat untuk berlindung dari terpaan sinar matahari. Jadi, daripada terbakar matahari ‘kan? Dan kalau kamu berkunjung ke sini dengan pakaian kutung atau tanpa lengan, pastikan kamu punya cadangan kemeja di dalam tas kamu karena ada beberapa lokasi yang mengharuskan para pengunjungnya untuk berpakaian sopan (walau celana pendek di bawah lutut, t-shirt, dan jeans masih dibolehkan). Karena apapun, tempat ini masih memiliki nilai religi dan masih banyak orang datang kemari untuk beribadah.

Menikmati Alam dan Kebudayaan Kuno di Kamboja

Baca Juga: Cara Memilih Paket Wisata dengan Mudah dan Berkesan

Salah satu tempat yang memiliki aturan tadi adalah Bakan. Tempat ini adalah menara dan puncak tertinggi Angkor Wat dan terletak tepat di tengah-tengah candi ini. Dari sini, kamu bisa melihat keindahan alam yang mengelilingi candi megah ini. Dimulai dari barisan-barisan pohon, kolam teratai alami, sampai dengan padang rumput luas tempat orang biasa melepas lelah setelah seharian menjelajah. Akan ada beberapa petugas yang bakal mencegat mereka yang tidak berpakaian sesuai dengan aturan. Jadi, mending tas penuh daripada kehilangan kesempatan untuk menjelajah tempat ini.

 Tapi terus… gimana kesananya?

 Gampang!

 Maskapai Jet Star punya rute langsung menuju Siem Reap dengan transit satu kali di Singapore dari Jakarta. Dari Bandara Internasional Siem Reap, kamu punya pilihan untuk pakai taxi atau kendaraan tradisional Kamboja yang namanya tuktuk. Yang manapun, mereka akan mengantar kamu sampai ke depan gerbang utama Angkor Wat dan kamu bisa memulai hiking kamu di sini. Tapi ingat, di Angkor ini tidak ada jalur khusus hiking, jadi kamu harus ekstra hati-hati melangkahkan kaki sebelum kesandung puing candi.

Nah, sekarang cukup bacanya. Tutup tab ini, pesan tiket, kemas tasmu, dan langsung cabut ke bandara. Ada petualangan seru menunggumu di Kamboja!

This post has already been read 308 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *