Ada Buaya Pembunuh Di Museum Kayu Tuah Himba

Pernah mendengar Museum Kayu Tuah Himba? Museum ini berada di Kalimantan Timur, tepatnya di Kutai Kartanegara. Jika kamu pernah ke Kutai Kartanegara mungkin tak asing mendengar nama Waduk Panji Sukarame, disitulah lokasi Museum Kayu Tuah Himba tersebut.

Apa serunya jalan-jalan ke museum? Hey, jangan salah. Di Museum Kayu Hang Tuah Himba kamu dapat melihat koleksi-koleksi yang berkaitan dengan kehutanan. Koleksi seperti daun-daun kering (herbarium), koleksi biji-bijian, koleksi potongan log atau batang pohon yang tumbuh di pulau Kalimantan.

Serunya melihat koleksi-koleksi yang berhubungan dengan hutan adalah, kamu dapat melihat dan mengenal benda-benda yang sebelumnya belum pernah kamu ketahui. Seperti herbarium. Jika di perpustakaan kamu hanya dapat melihat jenis-jenis dedaunan melalui gambar di buku saja, namun dengan herbarium kamu dapat melihat wujud dari dedaunan tersebut. Kamu dapat mengamati tekstur dari daun-daun kering sambil mempelajari asal-usul daun tersebut.

ada buaya pembunuh di museum kayu tuah himba-hobi jalan jalan-2
Tidak hanya berhubungan dengan perhutanan, namun di museum ini juga terdapat berbagai senjata tradisional Suku Dayak. Seperti yang diketahui bahwa Suku Dayak adalah penduduk asli pulau Kalimantan.

Sungguh sebuah pengalaman yang tak akan mudah kamu lupakan. Khususnya untuk kamu yang tinggal di kota besar, yang sulit menemukan tanah lapang.

Tetapi, museum ini menyimpan dua buah koleksi yang tak ada hubungannya dengan perhutanan. Bahkan, koleksi ini berhasil menarik pelancong nusantara maupun mancanegara. Koleksi berharga apa yang disajikan oleh Museum Kayu Tuah Himba?

Dua Buaya Pembunuh

Di museum ini terdapat dua buaya besar yang pernah memangsa penduduk lokal. Wow, kedua buaya pembunuh tersebut kini tinggal di dalam Museum Kayu Tuah Himba.

foto: yukpegi.com

foto: yukpegi.com

Mengapa ada buaya di museum? Dan mengapa disebut pembunuh? Begini ceritanya.

Pada tahun 1996, buaya muara jantan yang memiliki panjang 6,6 meter dan berumur sekitar 70 tahun ini telah memangsa seorang perempuan berusia 35 tahun. Kemudian, buaya muara kedua juga memiliki sejarah kelam yang sama, yakni memangsa seorang pria berusia 40 tahun. Atas tragedi kelam yang pernah terjadi, maka kedua buaya tersebut ditaruh di Museum Kayu Tuah Himba.

Kamu takut buaya? Tak perlu takut, sebab kedua pembunuh ini sudah mati dibunuh oleh penduduk lokal dan telah dikeringkan setelah mengeluarkan potongan tubuh korban yang tertinggal di dalam perutnya. Kini, kedua buaya tersebut bersemayam di etalase kaca.

Cobalah untuk wisata ke Kutai Kartanegara dan kunjungi Museum Kayu Tuah Himba. Rasakan kengerian melihat buaya pembunuh yang besarnya mencapai dua orang dewasa.

Silakan berkomentar.

sumber: kutaikartanegara, yukpegi.com

This post has already been read 644 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *