Hotel di Jogja Malioboro Dibooking Hingga Penuh

Hotel di Jogja Malioboro telah dibooking hingga hampir penuh mencapai 90 persen untuk tanggal 21 hingga 23 Oktober kemarin. Apa yang menjadi penyebab maupun latar belakang yang mengakibatkan banyak orang berbondong-bondong memesan kamar hotel di Jogja Malioboro pada tanggal tersebut? Ternyata pemesanan hotel tersebut adalah demi menghadiri prosesi pernikahan puteri raja Keraton Yogyakarta. Benarkah sedemikian banyaknya pengunjung yang datang? Langsung saja kita simak berita selengkapnya!

Puteri Raja Menikah, Hotel di Jogja Malioboro Penuh

Pernikahan yang baru saja dilangsungkan antara GKR Hayu dan KPH Notonegoro yang adalah Keraton Kesultanan Yogyakarta ternyata mampu menyita begitu banyak perhatian publik tidak hanya dalam negeri, tetapi juga masyarakat luar. Ini terbukti dari banyaknya pemesanan kamar maupun agen jasa perjalanan yang berasal dari daerah luar Yogyakarta bahkan ada pula yang berasal dari Malaysia.

Prosesi pernikahan ini memiliki daya tarik yang begitu kuat sehingga banyak orang yang ingin menyaksikan acara tersebut secara langsung, demikian ungkapan Edwin Ismedi Himna yang menjadi ketua Asita, yaitu Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies, di Yogyakarta. Kemudian, total pemesanan hotel berbintang di wilayah tersebut dicatat mencapai 70 persen, sedangkan untuk hotel di Jogja Malioboro yang non bintang juga mencapai 60 persen. Catatan keseluruhan pemesanan kamar hotel di Malioboro mencapai 90 persen bahkan satu minggu sebelum tanggal berlangsungnya prosesi tersebut.

Selain hotel di Jogja Malioboro yang penuh, pemesanan untuk jasa agen perjalanan maupun paket perjalanan ikut mengalami peningkatan karena yang datang menghadiri acara tersebut terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari wisatawan asing, domestik, bahkan fotografer yang hendak meliput acara. Salah satu dasar yang melatarbelakangi banyaknya pemesanan penginapan untuk tiga hari tersebut adalah promosi yang dilakukan oleh pihak Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta. Ketua badan tersebut sudah mempromosikan acara Pawiwahan Agung, sebutan untuk pernikahan agung, hingga ke Jepang, Thailand, Korea Selatan dan juga Malaysia. Hotel di Jogja Malioboro pastilah meraih banyak keuntungan selama minggu acara ini berlangsung. Selain keuntungan, hotel-hotel tersebut hendaknya mampu memberikan pelayanan yang maksimal dan memuaskan sehingga sekaligus memperkenalkan daerah wisata Yogyakarta hingga ke taraf internasional.

This post has already been read 427 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *