Mengenal Lorong Laweyan Di Kota Solo

Tidak banyak yang tahu apa itu Lorong Laweyan. Bahwasanya lorong tersebut adalah tempat sejarah yang mengubah identitas Kota Solo.

Jalan-jalan ke Kota Solo pastinya membuatmu ingin belanja batik. Kerana memang Kota Solo terkenal sebagai pusatnya batik. Dan, kamu akan mendatangi Kamung Batik Laweyan.

Kampung Batik Laweyan, nama yang sama seperti Lorong Laweyan, karena memang lorong ini berada di lokasi yang sama. Lalu, apa itu Lorong Laweyan?

Lorong Laweyan adalah sebuah lorong dimana terdapat sebuah rumah bekas milik saudagar baik Solo yang terletak di Kampung Laweyan. Poesposoemarto namanya, seorang saudagar batik Solo yang kaya raya dan konon turut serta membantu perjuangan Bangsa Indonesia di waktu itu. Bahkan, mantan Presiden RI, Ir. Soekarno, pernah singgah di Lorong Laweyan.

Sejarah Dibangun Kembali

Rumah ini dibangun sekitar tahun 1938. Karena memiliki sejarah yang erat dengan ciri khas Kota Solo, akhirnya Lorong Laweyan dipugar dan dijadikan sebuah hotel bernama Roemahkoe Heritage Hotel. Adalah Nina Akbar Tandjung, istri dari politikus Akbar Tandjung, yang mengubah rumah bersejarah ini menjadi hotel pada tahun 2001.

Mengenal Lorong Laweyan Di Kota Solo-roemahkoe heritage hotel-hobi jalan jalan
Tidak hanya sebagai hotel, Roemahkoe menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya di Kota Solo. Dengan nilai sejarah, bentuk bangunan, dan perabotan yang mencirikan rumah pada masa itu, Roemahkoe kian membuat para wisatawan penasaran, seperti apa rumah sang saudagar batik Solo tersebut.

Mengenal Lorong Laweyan Di Kota Solo-roemahkoe heritage hotel-1-hobi jalan jalan
Dengan mengubahnya menjadi hotel, semoga wisatawan dapat – setidaknya – merasakan suasana kehidupan di dalam rumah bersejarah milik Poesposoemarto.

Yuk, jalan-jalan ke Lorong Laweyan? Dan, singgah di Roemahku Heritage Hotel, seperti Bung Karno.

sumber

This post has already been read 447 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *